Facebook

(Mario Teguh)

A person who is looking for happiness outside of himself, will find that happiness belongs to other people.

Ustadz Imam

Rawat dan jagalah Qur'an,Maka ia akan menjagamu..

Angga Eka Prasetya

Wanita pertama yang paling berhak atas cinta suci anaknya adalah Ibu

Albert Einstein

Salah satu tujuan terciptanya waktu adalah agar semuanya tak terjadi sekaligus...

Powered By Blogger

Minggu, 09 Juni 2013

Modul 4 - Subnetting


Bismillah..
Malem bro n sis,sorry lama gak ngepost,karena tugas bejibun 

Pada modul 4 Jaringan Komputer ini ane mempelajari tentang Subnetting. Apakah Subnetting itu?
Berikut ane akan menjelaskan sedikit apa itu Subnetting.

Subnetting adalah sebuah cara untuk membagi-bagi alamat IP. Alamat IP penting untuk dibagi-bagi karena persediaan IP address saat ini terbatas; disisi lain, laju pertumbuhan device-device yang tersambung dengan internet pun semakin banyak.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). 
Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Di modul 4 ini saya mendapat bagian mengerjakan Topologi 1 yang berikut gambarnya : 



Setelah melihat Topologi ini kita bisa memulai perhitungan subnettingnya. Pada perhitungan subnetting kali ini ane menggunakan tipe CIDR. Pada topologi 1 ini saya membagi menjadi 3 bagian kaki besar yaitu yang menuju ampel, monkasel, dan stasiun gubeng. Sebelumnya ane akan memberikan beberapa tabel yang berguna untuk menghitung subnetting : 



Untuk lebih jelasnya berikut gambar pembagiannya mulai dari kaki yang menuju router monkasel :



Pada gambar ini berikut perhitungan subnettingnya :

Untuk lingkaran yang berwarna hitam, disitu terlihat ada sebuah router dan 666 host (switch dianggap    tidak ada) perhitungannya ialah :
                ( 1 router = 1 IP + 1 NID + 1 BID = 3 ) + ( 666 host = 666 IP ) = 669 IP 
Untuk 669 IP yaitu /22
Untuk lingkaran yang berwarna merah, disitu terlihat ada dua buah router dan 30 host (switch dianggap                   tidak ada) perhitungannya ialah :
                ( 2 router = 2 IP + 1 NID + 1 BID = 4 ) + ( 30 host = 30 IP ) = 34 IP 
Untuk 34 IP yaitu /26
Untuk lingkaran yang berwarna biru, disitu terlihat ada dua buah router perhitungannya ialah : 
                 ( 1 router = 2 IP + 1 NID + 1 BID = 4 ) = 4 IP
        Untuk 4 IP yaitu /30
Untuk lingkaran kuning ( gabungan lingkaran hitam + merah )  yaitu /22 + /26 = /21
Untuk lingkaran hijau ( gabungan lingkaran kuning + biru )  yaitu /21 + /30 = /20
Jadi untuk kaki besar yang menuju monkasel memiliki subnet mask /20



Berikutnya,kaki yang menuju stasiun gubeng : 




Untuk lingkaran yang berwarna hitam, disitu terlihat ada sebuah router dan 220 host (switch dianggap tidak ada) perhitungannya ialah :
( 1 router = 1 IP + 1 NID + 1 BID = 3 ) + ( 220 host = 220 IP ) = 223 IP 
Untuk 223 IP yaitu /24
Untuk lingkaran yang berwarna merah, disitu terlihat ada sebuah router dan 128 host (switch dianggap tidak ada) perhitungannya ialah :
( 1 router = 1 IP + 1 NID + 1 BID = 3 ) + ( 128 host = 128 IP ) = 131 IP 
Untuk 131 IP yaitu /24
Untuk lingkaran yang berwarna hijau, disitu terlihat ada dua buah router perhitungannya ialah :
( 2 router = 2 IP + 1 NID + 1 BID = 4 IP ) 
Untuk 4 IP yaitu /30
Untuk lingkaran yang berwarna biru, disitu terlihat ada dua buah router perhitungannya ialah :
( 2 router = 2 IP + 1 NID + 1 BID = 4 IP ) 
Untuk 4 IP yaitu /30
Untuk lingkaran kuning ( gabungan lingkaran hitam + merah )  yaitu /24 + /24 = /23
Untuk lingkaran ungu ( gabungan lingkaran kuning + hijau )  yaitu /24 + /30 = /22
Untuk lingkaran coklat ( gabungan lingkaran ungu + biru )  yaitu /22 + /30 = /21
Jadi untuk kaki besar yang menuju stasiun gubeng  memiliki subnet mask /21

Dan yang  berikut ini adalah pembagian yang menuju ke ampel :



·         Untuk lingkaran yang berwarna hitam, disitu terlihat ada sebuah router dan sebuah server perhitungannya ialah :
         ( 1 router = 1 IP + 1 NID + 1 BID = 3 ) + ( 1 router = 1 IP ) = 4 IP
  • Untuk 4 IP yaitu /30
·         Untuk lingkaran yang berwarna merah, disitu terlihat ada sebuah router dan sebuah server perhitungannya ialah :
( 1 router = 1 IP + 1 NID + 1 BID = 3 ) + ( 1 router = 1 IP ) = 4 IP
  • Untuk 4 IP yaitu /30
  •  Untuk lingkaran yang berwarna biru, disitu terlihat ada dua buah router perhitungannya ialah :
  • ( 2 router = 2 IP + 1 NID + 1 BID = 4 IP )
  • Untuk 4 IP yaitu /30
  • Untuk lingkaran hijau ( gabungan lingkaran hitam + merah )  yaitu /30 + /30 = /29
  • Untuk lingkaran kuning ( gabungan lingkaran hijau + biru )  yaitu /29 + /30 = /28

Jadi untuk kaki besar yang menuju stasiun gubeng  memiliki subnet mask /21


Dan sehingga dapat kita ketahui untuk mengetahui berapa subnet keseluruhan dari topologi 1 ini menggabungkan ( subnet kaki yang menuju stasiun gubeng + subnet kaki yang menuju monkasel ) + subnet kaki yang menuju ampel  yaitu perhitungannya :
(/21 + /20) = /19 + /28 = /18
Jadi subnet mask besar pada topologi ini adalah /18 
Dan memiliki blok subnet ( 255 – 192 = 63) jadi blok subnet besarnya 192.168.63.0

Setelah mendapatkan blok subnet besar, setelah ini ane akan membagi IP berdasarkan range blok subnet diatas, tetap menggunakan tipe CIDR
Berikut diagramnya : 






Sekarang kita sudah mendapatkan range IP untuk router dan host, tetapi IP untuk server pada GM dan TP kita tidak perlu mencari karena sudah disediakan yaitu 10.151.71.80/29
Berikut ini saya akan menampilkan bagaimana penampakan pada cisco tracer untuk topologi 1 ini :




Untuk memasukkan IP dan Netmask :


Untuk memasukkan gateway pada host :



Untuk mengatur static dan routing balik :






Oke setelah packet tracer selesai ,kita bisa implementasi pada uml
2. Jika sudah selesai skrng kita setting interface nya, pertama kita setting network interface nya pada router

  • tugu_pahlawan



  • siola

  • monkasel



  • balai_kota



  • ampel





  • stasiun_gubeng





3. Kemudian kita setting network interface nya pada host

  • taman_bungkul



  • sutos

  • plasa_surabaya



  • kebun_bibit






  • gm
  • tp



















4. Setelah itu kita buat setting iptables dengan mengetik “nano iptables.sh” , kemudin masukkan command ini pada sh iptables.sh pada seluruh router dan host  :




















5. Nah sekarang kita memerlukan setting routing balik pada router tugu pahlawan, monkasel, dan stasiun gubeng agar dapat ping ke semua router, host, dan ke jaringan luar :










Minggu, 19 Mei 2013

IP address dan Domain Name

Selasa, 16 April 2013

Modul 2- Membangun Web Server sederhana dengan Java

Nah,setelah banyak mempelajari routing dengan UML pada postingan lalu, sekarang saya coba berbagi tentang membuat Web server dengan Java Programminng. Konsep pembuatan web server dengan Java Pogramming ini tak jauh beda dengab Java Socket Programming namun bertindak sebagai server untuk melayani request.


/*masukkan source code di sini*/

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package webserver;

import java.io.BufferedInputStream;
import java.io.BufferedOutputStream;
import java.io.BufferedReader;
import java.io.FileReader;
import java.io.IOException;
import java.io.InputStream;
import java.net.ServerSocket;
import java.net.Socket;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

public class Webserver {

    
    public static String readLine(InputStream is) throws IOException
    {
        String request = "";
        char c;
        while(true)
        {
            c = (char)is.read();
            request+=c;
            if(c == '\n')
                break;
        }
        
        return request;
    }
    
    public static void main(String[] args) {
        try 
        {
            ServerSocket ss = new ServerSocket(9999);
            //while(true)
            //{
                Socket s = ss.accept();
                BufferedInputStream inputStream = new BufferedInputStream(s.getInputStream());
                BufferedOutputStream outputStream = new BufferedOutputStream(s.getOutputStream());
                
                String request;
                while(!(request = readLine(inputStream)).equals("\r\n"))
                    System.out.print(request);
                System.out.print(request);
                
                String response = "HTTP/1.0 200 OK\r\n" + "Content-Type: text/html\r\n" + "\r\n" ;
                String answer = "";
                
                BufferedReader br = new BufferedReader (new FileReader("E:\\Kuliah\\qaqa.html"));
                while((answer = br.readLine()) != null)
                {
                    response += answer;
                }
                
                
                outputStream.write(response.getBytes());
                outputStream.flush();                
                
                inputStream.close();
                outputStream.close();
                s.close();
            //}
        } 
        catch (IOException ex) 
        {
            Logger.getLogger(Webserver.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
    }
}


Modul 2 - Proxy Server : Squid

Disini kita akan coba bermain-maind dengan proxy server. Kita akan memakai Squid untuk Proxy Server Kita.
Cara Install Squid Proxy :

  1. Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui terminal atau melalui command prompt dengan cara :
    apt-get install squid
  2. Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
    nano /etc/squid/squid.conf
  3. Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
    nano /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
  4. Baru kemudian kita mulai bermain-main dengan konfigurasi script Squid :
    nano /etc/squid/squid.conf
Cara setting konfigurasi Squid Proxy :
Biasanya untuk mengatur kecepatan internet kita lakukan Filtering:
  1. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet
  • contoh perintah : acl host1 src 172.16.0.1
  • acl : merupakan perintah access list
  • user : nama user yang memiliki IP atau group
  • src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group

         2. Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari
  • perintah : acl waktu-akses time MTWHFA 00:00-14:00
  • acl : perintah access list
  • waktu-akses : caption untuk perintah acl
  • time : perintah squid utk mendefinisikan waktu
  • MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu
  • M : Monday, T : Tuesday, etc…..
  • 00:00-14:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke penggunaFiltering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.
  • misal kita melarang untuk mendownload file .pdf .mp3 dan .doc
  • acl file url_regex -i \.pdf$ \.doc$ \.mp3$
     3.Untuk membatasi kecepatan kita menggunakan delay pool
contoh:
delay_pool3
delay_class 1 1
                  delay_access 1 allow host1 waktu !weekend
                  delay_parameters 1 10000/10000
script di atas membatasi kecepatan user host1 menjadi max 10 KBps



4.Untuk membuat user lain dapat menggunakan proxy maka proxy harus di export terlebih dahulu dengan cara:
export http_proxy=ip_proxy:port_proxy

Modul 2 - Web server

Web server apache secara default sudah dapat digunakan dengan baik dan cukup stabil, namun ada baiknya kita meningkatkan kinerja apache tanpa harus menambah hardware baru seperti RAM dan CPU. Tips dan trik ini dilakukan untuk tuning (menyetel) kinerja apache menjadi lebih optimal. 


Konfigurasi optimasi Apache dengan asumsi guaranted RAM sebesar 8 MB.
Cara konfigurasinya :
1. Ketik free -m maka keluar seperti gambar dibawah ini :


2.Catat nilai yang dicatat sama used
3. Berapa tuh nilai apache yang ada di kamu. Kalau saya ada 8 mb
4. Kalikan sama 0.8 buat rata-rata AVAILABLE APACHE POOL
5. Bagi AVAILABLE APACHE POOL sama nilai RES tertinggi
6. Open httpd.conf . Kalau di saya sih: nano /etc/apache2/apache2.conf


7. Set MaxClients yang udah tadi dihitung

8. Set KeepAlive jadi Off. Sebenarnya mau OFF apa ON bisa aja sih. Eh ada beda sih, kalau OFF ntar     server akan menangani banyak request per detik. Tapi pasti bakal butuh banyak memori tuh. Jadi amannya di OFF in aja dah 9. Set Timeout jadi nilai normal. 

10. Set MaxKeepAliveRequest antara 70-200.

11. Set MinSpareServers 10-20% MaxClient

12. Set MaxSpareServers 10-20% MaxClient

13. Set StartServers sama dengan MaxSpareServers dan MinSpareServers

14. Set MaxRequestsPerChild antara 500-10000. 

15. Save konfigurasinya. Jangan lupa aktifkan apachenya lagi.
      Ketik: service apache2 start