Facebook

(Mario Teguh)

A person who is looking for happiness outside of himself, will find that happiness belongs to other people.

Ustadz Imam

Rawat dan jagalah Qur'an,Maka ia akan menjagamu..

Angga Eka Prasetya

Wanita pertama yang paling berhak atas cinta suci anaknya adalah Ibu

Albert Einstein

Salah satu tujuan terciptanya waktu adalah agar semuanya tak terjadi sekaligus...

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2012

Adab Di Hari Jumat

Abu dan ummu, hari jumat adalah hari yang mulia bagi umat Islam. Hari yang penuh dengan keutamaan dan pahala. Sebagai seorang muslim, selayaknya mengetahui beberapa adab dan etika pada hari jumat sesuai yang Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ajarkan. Makanaya, hendaknya kita kenalkan pada anak-anak kita. Berikut ini beberapa adab yang diajarkan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam di hari Jumat.
1. Memperbanyak shalawat Nabi, seperti disabdakan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan ditunjukkan kepadaku. Para sahabat berkata,‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.’”  (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
2. Membaca surat al Kahfi.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam,  “Barang siapa yang membaca surat al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (Riwayat Imam Hakim)
3. Mandi Jumat
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mandi pada hari jumat, maka mandi adalah lebih utama.”  (Riwayat Tirmidzi)
Dengan melatih anak mandi Jumat, mereka akan terbiasa untuk melakukannya hingga dewasa, dan mengetahui keutamaan mandi jumat.
Silahkan simak adab selanjutnya pada lembar ya Bunayya majalah Sakinah edisi April 2010
sumber : http://majalahsakinah.com/category/bunayya/adab-islami/

Tidur Sesuai Sunnah Nabi SAW

Abu dan Ummu, Islam mengatur kehidupan seorang hamba dengan sangat sempurna. Dari hal yang besar hingga hal yang sangat kecil sekalipun. Di antara hal kecil yang diatur dalam Islam adalah Tidur.
Tidur bagi seorang muslim adalah hal yang sangat penting. Penting, karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Nah, bagi putra-putri kita, tidur merupakan kebiasaan yang tidak pernah lepas oleh mereka. Bagi seorang anak, mereka bisa menghabiskan sekitar 10 jam untuk tidur.

Oleh karena itu, bagi orangtua hendaknya memberikan perhatian lebih kepada anak dalam mengajarkan adab dan etika dalam tidur yang diatur dalam agama Islam. Di antara adab-adabnya:
1.Ajari anak untuk berwudhu sebelum tidur. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah - shollallohu ‘alaihi wa sallam -,
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
2.Kenalkan pula sunnah membersihkan tempat tidur dari kotoran. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam -,
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
3.Senantiasa membiasakan anak membaca ayat-ayat Al-Quran, antara lain:
a) Membaca ayat kursi.
b) Membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah.
c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali.
Apabila anak belum bisa membaca sendiri, bisa dituntun terlebih dahulu. Insya Allah, jika terus dilakukan, maka mereka akan terbiasa dan hafal dengan sendirinya.
4.Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:
بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (Muttafaqun alaihi)
5.Anjurkan anak untuk memulai tidur dengan mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah - shollallohu ‘alaihi wa sallam -,
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (Muttafaqun Alaihi)
Dalam riwayat yang lain disebutkan,
“Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Demikianlah beberapa adab dalam tidur. Insya Allah masih berlanjut pada edisi selanjutnya. Wallahu a’lam (abahnya_shofi)
Lembar ya Bunayya, majalah Nikah Sakinah, bulan Juli 2010
sumber : majalahsakinah.com/2010/07/tidur-sesuai-sunnah-nabi/